Seputar Blog

Senin, 03 November 2008

Tips menata anggrek species


Penataan anggrek spesies akan memudahkan bagi kita untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan anggrek itu sendiri. Penataan anggrek tidak hanya dilakukan atas dasar estetika (keindahan) semata akan tetapi lebih pada upaya mengatur faktor lingkungan tumbuh anggrek agar sesuai dengan kebutuhan hidup si anggrek.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan identifikasi dan deskripsi terhadap anggrek2 yang kita miliki. Identifikasi meliputi klasifikasi biologis…misal keterangan genusnya, morfologi tanaman…misal daun sempit/lebar-tebal/tipis-batang berair/sedikit berair dll, lingkungan asal/keterangan habitat jika memungkinkan. Kegiatan identifikasi ini sepertinya memakan cukup banyak waktu, akan tetapi sangat penting bagi kita untuk mengenal kebutuhan hidup anggrek tsb dan juga untuk memudahkan bagi kita untuk berkomunikasi dalam suatu forum ilmiah.
Langkah kedua, yaitu membuat penggolongan. Penggolongan ini bertujuan untuk memilah-milah koleksi kita atas dasar kategori yang kita inginkan. Misal, jika kita memiliki lahan luas maka penggolongan dapat atas dasar genus anggrek. Golongan anggrek bulan (Phalaenopsis) diberi tempat sendiri, lalu golongan anggrek Dendrobium juga memiliki tempat sendiri dsb. Namun bila lahan yang dimiliki sempit maka penggolongan didasarkan pada kondisi kelembaban dan naungan, misal dibagi menjadi 3 bagian yaitu, lembab+naungan 75 %, intermediet+naungan 50 %, sedikit lembab+sedikit ternaungi.
Nah!! khusus untuk penggolongan sesuai kondisi lingkungan (kelembaban, naungan) maka ada kemungkinan dalam satu kategori terdapat bermacam-macam genus anggrek.
Setelah koleksi anggrek dibagi-bagi sesuai kategori, maka langkah berikutnya yaitu memodifikasi lahan sesuai dengan kategori yang telah kita tentukan. Bila berdasarkan genus, maka tempat dibuat agar sesuai untuk tumbuh genus anggrek tersebut. Misal genus anggrek Phalaenopsis umumnya menyukai kondisi kelembaban cukup tinggi dan intensitas cahaya yang rendah (naungan 75 %) maka tempat tersebut kita rancang dengan pemberian paranet 75 %.

Tidak ada komentar: