Aroma ada bermacam-macam. Ada aroma yang wangi, ada pula yang tak sedap. Jika kita mencium aroma yang wangi, maka kita akan merasakan kenyamanan. Sebaliknya, jika mencium aroma yang tak sedap, maka sesegera mungkin kita akan menutup hidung. Tahukah Anda, ternyata, dari bau yang kita cium juga bisa mempengaruhi mimpi kita!
Kesimpulan ini didapat setelah tim peneliti asal Jerman melakukan sebuah penelitian mengenai pengaruh indera penciuman terhadap nyenyak tidaknya seseorang saat tidur. Penelitian ini dilakukan terhadap 15 perempuan dengan menyebarkan aroma di sekitar mereka.
Kemudian, para perempuan tersebut mengkategorikan mimpi mereka menjadi positif atau negatif pada setiap satu jenis aroma yang disebarkan. Berdasarkan penelitian itu, ditemukan fakta bahwa wangi bunga mawar memberikan pengaruh positif paling baik saat tidur. Sedangkan aroma bau telur busuk memberikan pengaruh mimpi yang negatif.
Inilah bukti nyata bahwa ternyata aroma dapat mempengaruhi sisi psikologis seseorang. Hal ini dipertegas pula oleh pernyataan Pamela Dalton, seorang psikologi dari Philadelphia Amerika. Ia berujar bahwa aroma harum akan membawa efek positif dan sebaliknya.
Nah, jika Anda termasuk orang yang sering bermimpi buruk, mengapa tidak mencoba terapi wewangian ini? Mulailah mencium aroma-aroma yang segar terutama aroma bunga mawar. Bagaimana?
Seputar Blog
Kamis, 20 November 2008
Rasakan Harumnya Aroma Bunga Mawar
Bunga Mawar
![]()
![]()
Seperti kita ketahui bunga mawar adalah bunga yang cantik untuk dijadikan hiasan. Baik untuk dipekarangan ataupun didalam rumah sekalipun.
Untuk anda penyuka tanaman hias pasti tidak mau ketinggalan untuk mengkoleksi bunga mawar sebagai pelengkap koleksi tanaman hias anda dirumah.
Mudah dirawat dan indah adalah satu faktor kenapa bunga mawar amat digemari oleh setiap orang. Tidak hanya wanita, kaum pria juga banyak yang suka dengan bunga mawar.
Bunga yang harum dan cantik seindah namanya “mawar”…
Pachypodium Tanaman Purba yang Langka nan Eksotis
![]()

Tanaman hias yang satu ini Pachypodium sebenarnya pernah populer di Indonesia disekitar awal era tahun 1990-an. Tapi entah kenapa baru di awal tahun 2007 peminat terhadap tanaman ini kembali ramai. Padahal di luar negeri, sudah lebih dari 1 abad, para peneliti, para pencinta dan kolektor tanaman langka memburu dan mengkoleksi tanaman yang konon terancam punah ini.
Tumbuhan Pachypodium yang konon dipercaya sudah hidup selama jutaan tahun lalu sebelum era jaman batu, merupakan tanaman yang dapat terus berevolusi dan mampu menyesuaikan diri terhadap habitat di mana ia tumbuh. Sisa tanaman purba yang satu ini tetap bisa bertahan hidup dan lestari sampai sekarang ini telah mampumenarik minat para peneliti dan kolektor tanaman langka sejak akhir abad ke-18.
Spesies-spesies baru dari tanaman Pachypodium terus dilahirkan, karena mampu berevolusi yang terjadi pada tanaman ini terus melahirkan spesies hibrida baru, tidak hanya pada habitat aslinya (Madagaskar), namun juga di seluruh benua di mana tanaman ini bisa tumbuh dan berevolusi. Konon masih terdapat ratusan spesies tanaman Pachypodium yang belum dapat teridentifikasi maupun terklasifikasi.
Sementara ini baru sekitar 25 spesies saja yang dikenal secara luas di dunia. Di Indonesia, yang baru mengenal tanaman ini pada era tahun 1990-an, jenis yang dibudidayakan masih terbatas (sekitar kurang lebih 15 species yang dapat dijumpai di Indonesia) dikarenakan kesesuaian syarat tumbuh maupun terhambat masalah proteksi yang diberlakukan oleh negara asalnya (Madagaskar), maupun negara-negara lain di Afrika Selatan.
Meski demikian ada spesies tanaman Pachypodium amat menarik perhatian para pecinta tanaman hias diIndonesia karena bentuk bonggolnya yang berduri dan bentuk daun dan bunganya yang cantik.
Pachypodium adalah tanaman asli (tanaman endemik) di Pulau Madagaskar, Afrika bagian selatan (Mozambique, Angola, Botswana, Afrika Selatan, Zimbabwe, Namibia, dan Swaziland).
Banyak orang menganggap Pachypodium mirip dengan tanaman kaktus, dan bahkan ada pula yang menganggapnya termasuk dalam golongan tanaman hias palem

